6 Manfaat Traveling Untuk Kesehatan

Menurut para peneliti di Marshfield Clinic Research Foundation di Wisconsin, seorang wanita perlu melakukan traveling setidaknya setahun sekali supaya terhindar dari depresi dan lebih bahagia dalam berumah tangga. Berkunjung ke kawasan wisata atau tempat baru memang sangat bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Tak sebatas menikmati keindahan panorama alam, melihat kecantikan matahari terbit atau terbenam, traveling pun memungkinkan Anda mendapatkan pengalaman berharga yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang hidup.

Selain membuat pikiran lebih segar, terdapat beberapa manfaat traveling bagi kesehatan jiwa dan raga. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Memperluas Wawasan

Jalan yang panjang dapat mengajari Anda lebih banyak tentang diri Anda daripada seratus tahun yang sunyi. Demikian ungkapan dari seorang penulis bernama Patrick Rothfuss. Ketika menjelajah kawasan baru atau destinasi wisata yang belum pernah Anda kunjungi, tentu Anda akan berinteraksi dengan warga lokal. Traveling membuat wawasan
semakin luas. Anda pun akan belajar banyak hal misalnya kebudayaan, adat istiadat, hingga aturan yang berlaku di suatu wilayah. Traveling bisa membuka pikiran Anda tentang berbagai hal baru, bahkan mengubah prinsip atau nilai yang Anda anut selama ini.

Menguatkan Mental dan Emosional

Banyak orang beranggapan kalau menjelajah seorang diri sangat berbahaya. Terlebih mengunjung lokasi asing atau daerah tersebut berada di luar negeri. Padahal sebetulnya bepergian sendiri sangat mengasyikkan dan memberikan Anda pengalaman tak telupakan. Anda akan keluar dari zona nyaman serta belajar beradaptasi dengan lingkungan maupun orang asing yang dijumpai. Hal ini mampu memperkuat kesabaran dan membuat Anda lebih fleksibel serta tak mudah panik ketika dihadapkan pada masalah besar di kehidupan sehari-hari.

Mengilangkan Stres

Berlibur sehari atau dua hari bisa menurunkan tingkat stres seseorang. Tatkala menghadapi suatu masalah, Anda perlu mengalihkan perhatian sejenak dari problem tersebut agar tak tertekan terus menerus. Salah satu cara yang dapat ditempuh ialah dengan traveling. Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan pada 2013 lalu, 80% orang Amerika mengalami penurunan tingkat stres setelah satu hingga dua hari berlibur.

Baca juga: Serba-Serbi Pantai Jetis: Rute Menuju Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Hidup Lebih Bahagia

Aktivitas yang monoton merupakan salah satu pemicu stres. Melihat hal yang sama setiap hari juga menimbulkan rasa bosan. Dengan menjelajah, pikiran akan kembali segar dan bahagia. Kepuasan pun Anda peroleh, sebab bisa mewujudkan impian mengunjungi destinasi wisata yang diidam-idamkan, mendapatkan pengalaman, serta wawasan baru.

Kreativitas Meningkat

Perjalanan merangsang kreativitas dan fleksibilitas. Penting dicatat bahwa kepekaan serta kreativitas akan terasah hanya apabila Anda membaur dengan orang-orang serta budaya lokal. Di samping itu, menambah waktu liburan juga mampu membuat produktivitas meningkat, loh.

Baca juga: 5 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Berwisata ke Pantai Jetis

Mendapatkan Bentuk Tubuh Ideal

Traveling memaksa seseorang bergerak, mengeksplor lokasi wisata cantik yang ada di depan mata. Gerakan yang aktif berdampak pada turunnya bobot tubuh. Semakin sering melakukan aktivitas fisik, berat badan ideal pun akan tercapai. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain, mendaki gunung, jelajah pantai atau hutan, dan bertualang ke alam. Traveling pun bisa menjadi saat tepat beristirahat guna memulihkan fisik dari kelelahan akibat gempuran rutinitas harian.

Tak sekadar membuat hati bahagia, traveling juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Tetap jaga kondisi dan pastikan segala perlengkapan yang dibutuhkan ketika hendak melakukan perjalanan. So, siap untuk petualangan yang menyenangkan?

Follow My Social Media

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.