Memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei

Seratus tiga puluh tiga tahun yang lalu, tepatnya 1 Mei 1886, merupakan awal sejarah adanya peringatan hari buruh sedunia. Ternyata sudah lama banget, ya, Mak? Kayaknya seumuran kakeknya kakekku, deh, kalau masih hidup 😀

Bermula adanya aturan yang mengharuskan buruh untuk bekerja 16 hingga 20 jam per/hari, sejumlah Serikat Pekerja di Amerika Serikat melakukan demonstrasi besar-besaran pada hari itu. Setidaknya ada kurang lebh 100.000 orang buruh melakukan mogok massal dan menuntut diberlakukannya kerja 8jam/hari serta adanya kenaikan upah yang layak.

Aksi yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut di alun-alun Haymarket Chicago ini, berakhir dengan datangnya sekitar 180 polisi ke lokasi berkumpulnya para buruh dan membubarkan acara tersebut.

“Atas nama hukum, saya meminta kalian membubarkan diri,” begitu ucap Inspektur Polisi John Bonfield sambil menunjuk massa yang berkerumun. Namun setelahnya, tiba-tiba di dekat barisan polisi tersebut ada bom yang meledak dan mengakibatkan 67 aparat terluka. Tak ada yang mengetahui darimana dan siapa yang meledakkan bom tersebut.

Tercatat, empat orang dari barisan buruh tewas dan sekitar 100 lainnya ditahan. Akhirnya peristiwa tersebut dikenal sebagai Insiden Haymarket atau Kerusuhan Haymarket.

Kemudian lewat Konferensi Internasional Sosial tahun 1889 menetapkan demonstrasi besar-besaran di AS dan Kanada serta insiden Haymarket pada tanggal 1 Mei 1886 tersebut sebagai Hari Buruh Internasional atau biasa disebut dengan May Day.

Di Indonesia sendiri pernah dilakukan “Peringatan 1 Mei Pertama Kita” pada tahun 1918 di Surabaya. Sejarah mencatat itu merupakan peristiwa pertama kali di Indonesia, bahkan di Asia.

Sayangnya, menjelang rencana pemberontakan PKI melawan kolonialisme Belanda tahun 1926, peringatan Hari Buruh ditiadakan. Kembali diperingati lagi pada tahun 1946 dengan sangat meriah. Begitulah, pada masa pemerintahan Presiden Sukarno masih berjalan, secara rutin peringatan Hari Buruh Internasional berjalan dan resmi diakui negara. Tapi selama pemerintahan presiden Soeharto, peringatan hari buruh sempat dilarang. Baru diresmikan lagi dan ditetapkan sebagai hari libur nasional saat pemerintahan presiden SBY.

Makna Peringatan Hari Buruh

  1. Pengakuan Kesetaraan Derajat Buruh
    “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. (Pasal 27 ayat 2 UUD 1994) Maka sesuai amanat UUD 1945 tersebut, para buruh berhak memperoleh kesetaraan derajat, pekerjaan yang layak, dan penghidupan yang sesuai.
  2. Kepastian Fasilitas dan Jam Kerja
    Mengacu pada sejarah yang terjadi tanggal 1 Mei 1886 bahwa demonstrasi besar-besaran untuk memprotes kebijakan kerja 20jam/hari menjadi 8jam/hari. Bahkan lebih dari itu, pemerintah juga memperhatikan tentang peningkatan penghasilan setiap tahun dan fasilitas yang menunjang kesehatan bagi para buruh.
  3. Keamanan dan Keselamatan Buruh dalam Bekerja
    Respon pemerintah dengan mewajibkan pemberian jaminan kesehatan dan keselamatan pekerja lewat program BPJS ketenagakerjaan yang saya rasa sangat bermanfaat bagi para buruh dan keluarganya.
    Karena itulah setiap tahun para buruh dengan penuh semangat menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Walau masih ada beberapa perusahaan yang memberikan gaji di bawah Upah Minimum Rakyat. Hal ini memang PR bagi pemerintah dan pengusaha, dimana harus mampu mensejahterakan pekerja tanpa harus memberatkan pengusaha.
Follow My Social Media

11 Comments

  1. Sitatur Rohmah

    Udah lama banget ternyata ya? Karena kalau di Indonesia peringatan May Day baru ada setelah orde baru, lalu menjadi hari libur nasional beberapa tahun setelahnya, lupa kapan tepatnya.

    Reply
  2. Ayashadanica Aldea Khusna

    Sejarah yang lama sekali. Baru pertama kali nih baca soal hari buruh di Blog. Postingan ini memberi informasi baru untukku.

    Reply
  3. Dian Restu Agustina

    Jadi tahu sejarah Hari Buruh saya..Bagus sekarang sudah jadi Hari Libur Nasional ya Hari Buruh ini, untuk mengapresiasi kontribusi buruh di Indonesia.

    Reply
  4. Dewi adikara

    Wah jadi makin paham adanya hari buruh. Jadi tidak serta merta sebagai hari demo ya mbak…

    Reply
  5. Dwi

    Wah aku baru tahu sejarah hari buruh… Terima kasih ya mba, bagus juga buat mengapresiasi para buruh,termasuk buruh digital (kita termasuk nggak ya? Hmm…)

    Reply
  6. steffifauziah

    Baru tau kemana aja saya selama ini hehe, makasih bun berkat baca tulisannya saya jadi paham. Keren sharingnya

    Reply
  7. Bety Kristianto

    Kadang aku suka takut kalau pergi-pergi di May Day ini mba. takut ada demo yang bikin rusuh gitu hehe. Tapi kayaknya sekarang nggak gitu-gitu amat ya … semoga Indonesia aman sentosa aja deh.

    Reply
  8. Mira Humaira

    Makasih infonya, Mbak. Pengetahuan baru juga nih jadi tau sejarah dan makna di hari peringatan ini.

    Reply
  9. hani

    Buruh pernah dapat stigma jelek pas zaman PKI. Terkenal dengan buruh yang angkat senjata. Zaman sekarang harus mengambil jalan tengah tentang buruh ini. Masyarakat tahunya 1 Mei, hari Buruh, pasti demo. Padahal mereka hanya menyuarakan aspirasi. Sayang yang May Day di Bandung kemarin disusupi oleh kelompok anarki.

    Reply
  10. Erny Kusumawaty

    Wah baru tahu sejarah hari buruh. Makasih mb nambah wawasanku…

    Reply
  11. Dawiah

    Kalau tidak baca artikel ini saya tak akan tahu kalau hari buruh di Indonesia pernah dirayakan beberapa puluh tahun lalu. Makasih infonya ya mbak.

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.