Yuk, Eliminasi Hepatitis! Jangan Biarkan Hepatitis Merenggut Kebahagiaanmu

“Jangan cintai kekasihmu sepenuh jiwa, tapi cintai dia sepenuh hati.
Karena bila ditinggalkannya, kamu cuma sakit hati, bukan sakit jiwa.”

Ya kaleee … yang ngomong pasti belum ngerti tentang penyakit Hepatitis B. Muahaaal tahu obatnya.

Rabu kemarin (31 Juli 2019) saya menghadiri acara temu Blogger Kesehatan di Bali dengan tema #EliminasiHepatitis. Makanya saya ngerti vaksin Hepatitis itu mehong. Acara tersebut diadakan oleh Kemenkes di Grand Palace Sanur. Masya Allah, kak… ciyus, acaranya keren sekali. Sepanjang hari melimpah banget makanan ilmu yang saya dapat.

Seperti biasa, saya selalu berusaha untuk bisa datang di awal acara. Bukan tanpa sebab, selain saya belum tahu lokasinya, jadi yang pertama itu lebih menyenangkan ketimbang #JadikanAku_yang_Kedua. Pukul 08:00 saya registrasi di lantai 3, langsung mendapatkan goodie bag berisi Tumbler dan kaos yang harus kami pakai selama acara. Jadi, deh, nggak nyambung kostum yang saya pakai dari rumah. Tapi demi tercipta suasana yang romantis dan harmonis antar para undangan, saya pun pakai gamis yang didobelin kaos tadi. Jangan kawatir, masih terlihat manis kok. 😜

Setelah registrasi dan ganti kaos saya dan mbak Yuni ikut cek gula darah yang difasilitasi oleh Kemenkes. Hasilnya 92, rendah! Okeh baiklah, besok perbaiki pola makan.

Setelah menerima kenyataan hidup yang kurang manis tadi, saya ke ruangan meeting. Sengaja pilih kursi di depan biar lebih mudah mendengarkan dan gampang ambil fotonya narasumber. Acara dimulai dengan senam cuci tangan penguin, kalau nggak salah gitu deh namanya. Gerakan yang dilakukan adalah contoh cara cuci tangan yang bener. Setelah pemanasan beberapa menit, Pak Indra Rizon selaku moderator, membuka acara dan mempersilakan narasumber untuk naik ke panggung.

Narasumber :
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg.Widyawati,MKM

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung
dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
dr.Ketut Suarjaya, MPPM

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Cabang Denpasar
Prof.Dr.dr. I Dewa Nyoman Wibawa,SpPD,KGEH

Moderator Sesi 1
Indra Rizon, SKM,M.Kes

Saring Sebelum Sharing

drg.Widyawati,MKM

Kesempatan pertama diberikan kepada drg.Widyawati,MKM selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat.

Awalnya bu dokter yang manis ini bahas-bahas tentang internet, gitu. Lha apa hubungannya sama hepatitis? Gini ceritanya…
Tahu nggak, kak? Warga Indonesia yang memakai internet itu sudah mencapai 143,26 jiwa, atau sebesar 54, 68% dari total populasi 262 juta penduduk. Jadi, semua berita dengan sangat mudahnya beredar melalui internet, baik berita bener maupun berita kurang bener.

Untuk itulah dokter Wid menghimbau kepada kita para generasi milenial ini, selalu Saring Sebelum Sharing. Jangan sampai termakan apalagi menjadi penyebar berita hoax. Kenapa? Karena pemerintah nggak bisa kerja sendiri, kak.

Hubungannya sama #eliminasihepatitis? Ya kita bantu pemerintah untuk menghadirkan berita yang bener.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah berita hoax?
Jika situasi aman. Tetap mempublikasikan berita positif berupa upaya pencegahan (promotiv- preventif)
Jika situasi tidak aman atau banyak isu. Tidak membuat kegaduhan, mengendalikan kepanikan dan ketakutan.
Maka untuk mendapatkan informasi yang benar seputar kesehatan, kakak-kakak bisa buka web www.sehatnegeri.kemkes.go.id.  Sekali lagi, ingat Saring Sebelum Sharing, yaaa kak.

Mencintai dalam diam itu asyik … tapi kalau ada yang bisa membunuh diam-diam alias killer silent seperti penyakit Hepatitis itu Big No!

KEBIJAKAN PENGENDALIAN HEPATITIS DI INDONESIA

Narasumber kedua adalah Prof. Dr.dr. I Dewa Nyoman Wibawa,SpPD,KGEH. Nah ini dia mulai menjelaskan organ primadona dan yang paling sering disebut, yaitu hati. Nggak percaya kalau hati adalah organ primadona? Dalam kehidupan sehari-hari, sering banget saya dengar kata-kata ini: patah hati, jatuh hati, rendah hati, tinggi hati, iri hati, cemburu hati, serta hati-hati lainnya. Nggak ada organ tubuh se-terkenal hati. Betul, toh? Nggak usah protes!

Apa itu Hepatitis?

Hepatitis adalah gabungan dari dua kata, yaitu Hepar (hati) dan itis (radang) yang jika digabungkan maka akan mempunyai arti peradangan hati. Hepatitis itu punya banyak macam, semua dikasih nama huruf alfabet. Mulai dari A, B, C, D, dan E.

Penyebab Penyakit Hepatitis adalah:

  1. Virus A, B, C, D, dan E
  2. Infeksi virus lainnya.
  3. Konsumsi alkohol dan obat-obatan.

Hepatitis ini sendiri menjadi beban ekonomi yang besar bagi negara. Sesuai info dari kemenkes, kasus Sirosis bisa menyebabkan kerugian negara sebesar 1 Milyar dan Kanker Hati sebesar 1 Milyar 😢

Hepatitis A 

Hepatitis A adalah infeksi akut di hati yang disebabkan oleh Hepatitis A Virus (HAV), yaitu sebuah virus RNA yang disebarkan melalui rute fekal oral. Penularannya biasanya melalui makanan dan minuman yang tercemar, serta kontak langsung dengan penderita. Meskipun sangat mudah menular, beruntungnya virus ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah masa inkubasi 15-50 hari.

Beberapa waktu yang lalu, penyakit Hepatitis A ini menyerang sebagian besar warga Pacitan. Pemkab Pacitan sendiri sudah menangani kasus ini sejak pertama kali ditemukan pada tanggal 28 Mei 2019 lalu.

Memang masih belum ada obat untuk Hepatitis A, namun banyak terapi suport yang bisa diberikan kepada pendeita HAV. Yaitu dengan melakukan vaksinasi Hepatitis A, istirahat yang cukup, perbanyak cairan, nutrisi yang cukup, hindari suplemen dan obat yang dapat merusak hati, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta mencuci tangan sebelum makan.

Hepatitis B

Hepatitis B sering disebut sebagai killer silent alias pembunuh secara diam-diam. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang tidak memunculkan gejala, sehingga tanpa menyadari penyakit Hepatitis B sudah bersarang di tubuh.

Berbeda dengan hepatitis A yang sangat mudah menular, hepatitis B lebih susah jalur penularannya.
Hepatitis B, C, D
Penularan kontak darah & cairan tubuh.

  • Ibu ke anak. Penularan Hepatitis dari ibu ke anak atau secara vertikal memiliki kemungkinan sekitar 90% hingga 95%. Hal tersebut yang mendasari Kemenkes memprioritaskan deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil. Upaya pencegahan yang sudah dilakukan pemerintah adalah telah mencakup seluruh bayi lahir di Indonesia. Karena kecenderungan menjadi kronis mencapai 90% jika infeksi terjadi pada bayi yang penderita Hepatitis B.
  • Anak ke anak atau dari dewasa ke anak.
  • Transfusi darah dan organ yang tidak discreening
  • Penggunaan jarum yang tidak aman. Misalnya melakukan tatto atau tindik dengan menggunakan alat yang tidak steril.
  • Hubungan seksual yang tidak aman. Memiliki pasangan seksual penderita Hepatitis, atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom alias pengaman.
  • Kontak dengan darah

Hepatitis C

Hepatitis C merupakan penyakit liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis C. Hampir sama dengan Hepatitis B, virus ini penyebarannya terjadi saat darah yang terkontaminasi dengan virus Hepatitis C masuk ke dalam pembuluh darah orang lain.

Perjalanan penyakit Hepatitis C jauh lebih panjang ketimbang virus Hepatitis lainnya. Banyak orang yang tidak memiliki gejala dan tidak tahu jika mereka terinfeksi virus Hepatitis C. Karena penyakit Hepatitis C ini memang tidak ada gejalanya. Untuk itu kita harus rajin memeriksakan tes kesehatan secara rutin dan berkala.

Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hepatitis

Virus Hepatitis ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian kita juga harus melakukan upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan lingkungan, makanan dan minuman, serta tentu saja menjaga kebersihan diri sendiri adalah yang utama.

Sedangkan untuk pada masa kronis dibutuhkannya obat anti virus. Pada saat ini sedang dikembangkan interferon sebagai pengobatan kombinasi dengan antivirus.

Kesimpulan
– Penyakit Hepatitis A, B, C masih endemis di Indonesia
– Sebagian besar pengidap hepatitis kronik tanpa gejala, deteksi hanya bisa dilakukan dengan screening tes laboratorium.
– Pencegahan merupakan tindakan terbaik untuk mengatasi penyakit ini.
– Pengobatan Hepatitis C dengan DAA memberikan angka keberhasilan yang sangat baik.

Workshop Konten Kreator Suport dari Kemenkes RI

Kang Arul

Setelah istirahat, shalat, dan makan, dilanjutkan acara workshop konten kreator oleh Kang Arul. Fasilitas ini diberikan gratis oleh kemenkes RI. Terharu akutuuuh… Kemenkes suport banget sama kegiatan kami para blogger dan pegiat media sosial. Terima kasih banyaaak dari saya untuk Kemenkes RI. Semoga ilmunya bisa saya manfaatkan untuk menebar kebaikan. Materinya dahsyat. Sumpah, acaranya keren banget. Mau saya ulas juga, tapi takut disomasi kang Arul karena nyebarin materi mehong hahaha.

Kegiatan temu blogger kesehatan di Bali pun berakhir pukul 16:00 WITA. Sepeti biasa, sesi terakhir selalu diisi foto-foto. Padahal make up-nya udah banyak yang luntur, ya… tapi tipisnya lipstik yang tersisa, nggak mengurangi keseruan hari ini.

Blogger Kesehatan Bali
Netizen dan Mahasiswa Kesehatan


Selalu jaga kebersihan dan kesehatan, ya, kak. Sehat sampai tua. Menua dengan bahagia. Salam sehat untukmu yang tersimpan di hati.

Follow My Social Media

16 Comments

  1. Qoty Intan Zulnida

    Hiks, selalu sedih dengan penyakit silent killer begini. Berasa sehat gak ada gejala apa-apa tahu-tahu sakit, kan nyelekit ya mbak. Semoga kita semua senantiasa sehat dan dijaga oleh Allah. Harus perhatikan pola hidup dan pola makan yang benar nih…

    Reply
  2. steffifauziah

    Wah saya ada pengalaman ttg Hepatitis nih. Ada temen satu asrama di Kampung Inggris yg kena. Katanya sih kena abis makan nasi goreng dan curiganya karena cuci piring dan sendok dari nasgor tsb gak bersih. Abis itu parno kalo kemana-mana bawa peralatan makan sendiri. Biar aman.

    Reply
  3. 3835group

    Wih serem ya. Yuk kita eleminasi sejak dini

    Reply
  4. Dian Restu Agustina

    Aku suka baca ini..lengkap sekali
    Dan baru tahu kalau penyakit hati bisa merugikan negara sebesar itu nominalnya. Duh!!
    Memang daripada patah hati, makan hati dan lainnya mending jagalah hati eh maksudnya jaga kesehatan hati hihi

    Reply
  5. Sri wahyuni

    Penyakit hati,, saya pernah punya teman pas waktu di pesantren yang punya penyakit hepatitis begitu. Kasihan sekali ketika penyakitnya kambuh.

    Reply
  6. Evalina

    Iya, almarhum ayahq sakit sirosis, tanpa gejala terlebih dahulu, penyakit yang tak terobati sampai beliau wafat…

    Reply
    1. Wiwid Vidiannarti (Post author)

      Innalilahi wainnailaihi rojiun.
      Sedih banget pastinya ya, mbak. Kalau ada yang meninggal kayak tiba2 gitu, padahal sakit nggak terlihat. Apalagi itu orang terdekat, seperti papa.

      Jaga kebersihan dan kesehatan keluarga, mbak

      Reply
  7. Sunarti kacaribu

    Aku udah donk, vaksin hepatitis B. Soalnya waktu sekolah wajib vaksin. He…

    Reply
  8. Erny Lusuma

    Wah sepakat kita harus hidup sehat mulai dari aktivitas keseharian, pola makan teratur, olah raga dll. Badan sehat pasti penyakit takut mendekat. Mksh mb info ttg hepatitis. Bermnfaat banget.

    Reply
  9. Sera W.

    Serem banget memang penyakit-penyakit seperti ini. Parahnya ga ada gejala diawal tau2 sdh kronis.
    Semoga kita senantiasa terjauh dr penyakit gini ya. Aamiin

    Reply
  10. Evita Luthfina

    Lengkap banget info tentang hepatitisnya. Catatan penting buatku yang punya anak2 untuk selalu mengajari mereka hidup bersih dan gak jajan sembarangan. Terima kasih ya mba, informatif sekali tulisannya ☺️.

    Reply
  11. Yuni

    Duh ngeri banget penyakit hepatitis ini…. termasuk silent killer, tak ada gejala tiba-tiba setelah dicek sudah terinfeksi virusnya. Ini hrs kita mulai dr diri sendiri dg membiasakan berperilaku hidup sehat, agar virus Hepatitis tak terus-menerus mewabah. TFS mbak….

    Reply
  12. Arina Mabruroh

    Btw pas vek darah aku cuma 87 loh Mbak.. Tapi katanya normal. Alhamdulillah

    Bener ya, semoga setelah ini makin banyak orang yang mengenal dan waspada hepatitis

    Reply
  13. Dwi Ratnawati

    Serem banget bahayanya penyakit hepatitis ini, kita harus selalu waspada dan menanamkan hidup sehat.

    Reply
  14. Anonim

    Wah eliminasi sejak dini yuk kk

    Reply
  15. Anonim

    Yooo pola hidup sehat

    Reply

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.